Oleh Rihad pada hari Senin, 05 Apr 2021 - 21:46:46 WIB
Bagikan agen bola 24 ini :

Studi di Inggris: Puasa Aman Dilakukan Selama Pandemi COVID-19

tscom_news_photo_1617634006.jpg
Ilustrasi buka puasa (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Global Health, Inggris mengungkapkan bahwa puasa aman dilakukan meski selama pandemi COVID-19.

Studi yang dipublikasikan pada Kamis (1/4) tersebut mengungkap setidaknya para warga muslim di Inggris tak ada yang mati karena infeksi virus corona.

Selama Ramadhan, yang berlangsung sekitar empat minggu, umat Islam di seluruh dunia pantang makan dan tidak minum apapun dari fajar hingga matahari terbenam.

Ada lebih dari tiga juta Muslim di Inggris, sekitar lima persen dari populasi, dan sebagian besar berasal dari Asia Selatan.

Banyak komunitas Muslim terkena dampak pandemi secara tidak proporsional, bersama dengan kelompok minoritas lainnya.

"Temuan kami menunjukkan bahwa praktik yang terkait dengan Ramadhan tidak memiliki efek merugikan pada kematian akibat COVID-19," kata laporan itu dikutip dari Al Jazeera.

Ada banyak komentar yang menunjukkan bahwa perilaku dan praktik budaya komunitas minoritas menjelaskan peningkatan keterpaparan mereka terhadap pandemi, mengacu pada saran dari beberapa komentator Inggris tahun lalu bahwa mungkin ada "lonjakan" infeksi selama Ramadhan.

"Klaim ini tidak berdasarkan bukti. Sebaliknya, mereka adalah gangguan yang tidak membantu dari ketidaksetaraan dalam faktor penentu sosial kesehatan, terutama ketidaksetaraan dalam kondisi hidup dan kerja, yang telah menjadi pendorong utama ketidaksetaraan kesehatan untuk semua kelompok yang kurang beruntung secara sosial sebelum dan juga selama pandemi COVID-19."

Laporan itu didasarkan pada analisis komparatif tingkat kematian COVID-19 selama Ramadhan tahun lalu, yang dimulai pada 23 April 2020, tak lama setelah gelombang pertama pandemi memuncak di Inggris.

Perayaan biasa dan shalat berjamaah di masjid dibatalkan selama bulan itu, sejalan dengan lockdown nasional.

Para peneliti menganalisis tingkat kematian di lebih dari selusin wilayah otoritas lokal di Inggris di mana populasi Muslim setidaknya 20 persen.

Mereka menemukan bahwa kematian terus menurun di daerah-daerah tersebut selama periode Ramadhan.

Lebih lanjut, tren ini berlanjut setelah Ramadhan menunjukkan bahwa tidak ada efek merugikan yang tertinggal dari puasa di wilayah Muslim.

Salman Waqar, yang ikut menulis penelitian tersebut, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa temuan tersebut menunjukkan bahwa Ramadhan tidak memiliki "efek merugikan" pada hasil COVID-19.

Dia mengindikasikan bahwa data tersebut juga bertentangan dengan komentar dari beberapa politisi dan komentator lain bahwa "komunitas tertentu, khususnya, Muslim" bertanggung jawab atas peningkatan kasus tahun lalu.

tag: #puasa  
Bagikan agen bola 24 ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - orizzonte.me - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Ragam

Beredar Foto Hajar Aswad dengan Resolusi Super Tinggi, Penasaran?

Oleh Rihad
pada hari Rabu, 05 Mei 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Hajar Aswad terlihat sangat jelas dalam foto terobosan baru seperti hasil dokumen yang baru saja diterbitkan. Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci Arab Saudi baru-baru ini ...
Ragam

Bill Gates-Melinda Cerai, Inilah Kisah Cintanya

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Co-founder Microsoft Bill Gates dan istrinya, Melinda, akan berpisah setelah terikat pernikahan selama 27 tahun. Miliarder itu mengumumkan mereka mengakhiri pernikahan pada ...